Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq dengan sanad shahih, An-Nasai dan lain-lain, dari Syaddad bin Al-Had bahwa ada seorang laki-laki Arab Badui datang kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam kemudian beriman kepada apa yang dibawa oleh nabi dan mengikuti beliau. Badui tersebut berkata kepada nabi, “Aku akan berhijrah bersamamu,” Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat memberikan nasihat agama kepadanya. Pada Perang Khaibar, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam membagikan ghanimah kepada kaum muslimin. Nabi memberikan bagian kepada para sahabat yang membuat mereka bergembira, akan tetapi ketika pembagian sampai kepada si Badui, tiba-tiba dia menolaknya sembari berkata, “Apa ini?” Para sahabat menjawab, “Ini adalah bagian ghanimah untukmu yang berasal dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam.”

Mendapatkan jawaban para sahabat, si Badui terpaksa mengambil bagian ghanimah itu tetapi kemudian dia menghadap Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Sesampai di hadapan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, si Badui bertanya, “Harta apakah ini?” “Ini adalah bagian ghanimah yang aku bagi untukmu.” jawab Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Kembali orang Badui itu berkata, “Bukan karena perkara ini aku mengikutimu, akan tetapi aku mengikutimu karena aku ingin agar suatu saat nanti aku terkena lemparan panah di sini –sambil menunjuk ke lehernya– sehingga aku terbunuh dan masuk jannah karenanya.” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika engkau jujur kepada Allah, maka Allah akan membenarkanmu.”

Setelah itu, kaum muslimin beristirahat sebentar, mereka kemudian melanjutkan lagi penyerbuan terhadap musuh. Di tengah berkecamuknya peperangan, si Badui dibawa menghadap Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan keadaan terkena panah di tempat yang sesuai dengan yang dia tunjukkan sebelumnya. Melihat itu, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apakah dia orang yang kemarin?” Para sahabat menjawab, “Benar,” Nabi bersabda, “Dia telah berbuat shiddiq kepada Allah , maka Allah berbuat shiddiq kepadanya.” Selanjutnya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengkafaninya dengan baju besi milik Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau mendoakannya dan di antara doa beliau adalah,

“Ya Allah, ini adalah hamba-Mu, dia keluar untuk behijrah di jalan-Mu dan terbunuh sebagai syahid. Dan aku bersaksi atas perkara itu.”

Sumber: Kisah-Kisah Pahlawan Generasi Pilihan, Hilmi bin Muhammad bin Ismail, Wafa Press

Cinta Sepotong Mimpi

Posted: 2 Juni 2012 in CERITA CINTA

Dapatkah seseorang mencinta hanya karena sepotong mimpi? Mustahil. Namun, adikku semata wayang mengalaminya – setidaknya itu yang diakuinya.

Gadis yang dicintainya adalah Lala, adik sepupunya sendiri. Wajar, bukan? Bahkan, menjadi halal saat kedua orang tuaku kemudian berpikir untuk meminangnya.

Semua berawal dari penuturan Jamal. Ia bilang, ia memimpikan Lala sebagai gadis yang diperkenalkan Ibu kepadanya sebagai calon istrinya.

“Kami sudah saling mengenal, Bu,” kata Jamal dalam mimpi itu dengan malu-malu. Gadis itu pun mengangguk dengan senyum malu-malu pula.

Sebenarnya Jamal tidak terlalu meyakini gadis itu adalah Lala. Wajahnya samar terlihat. Namun, Jamal merasakan aura gadis itu cukuplah ia kenal. Hebatnya, ini diperkuat oleh ayah kami. Di malam yang sama, beliau bermimpi tentang Jamal yang duduk di kursi pelaminan bersama Lala! Apakah ini pertanda? Entah. Hanya saja, sejak itu aku merasakan pandangan Jamal terhadap Lala berubah.

Mereka sebenarnya teman bermain di waktu kecil, namun tak pernah bertemu lagi sejak remaja. Keluarga Lala tinggal jauh di Surabaya, sementara kami di Jakarta. Kami jarang berkumpul, bahkan saat lebaran, sehingga kenangan yang dimiliki Jamal tentang Lala adalah kenangan di masa kecil dulu sebagai abang yang kasih kepada adiknya. Kasih dimana sama sekali tak terpikirkan untuk memandang Lala sebagai gadis yang pantas dicintai, bahkan halal dinikahi. Namun, mimpi itu mampu menyulap semuanya menjadi…cinta (?).

Mari katakan aku terlalu cepat menyimpulkan sebagai cinta. Barangkali saja itu hanya pelangi yang tak kunjung sirna mengusik relung hati adikku. Pelangi yang mampu merubahnya menjadi sok melankolis hingga membuat kami sekeluarga khawatir melihat ia kerap termenung menatap kejauhan, untuk kemudian mendesah perlahan.

“Mungkin kau harus menemuinya di Surabaya,” kata Ibu.

”Rasanya tak usah, Bu. Masak hanya karena bunga tidur aku menemuinya,” jawab Jamal.

”Barangkali saja itu pertanda.”

”Bahwa Lala jodoh saya?”

”Bukan. Bahwa sudah lama kau tak mengunjungi mereka untuk bersilaturahmi. Biar nanti Mbakmu dan suaminya yang menemanimu kesana.”

Jamal tertegun sejenak untuk kemudian mengangguk.

Wah, pintar sekali Ibu membujuk. Padahal tanpa sepengetahuan adikku yang pendiam itu, Ibu menyerahi kami tugas untuk ”meminang” Lala. Ibu betul-betul yakin mimpi itu sebagai pertanda sehingga memintaku menanyakan kepada Lala tentang kemungkinan kesediaannya dipersunting Jamal.

”Kenapa tidak minta langsung saja pada Paklik? Biar mereka dijodohkan saja,” kataku waktu itu.

”Ah, adikmu itu takkan mau.”

”Tapi…”

”Sudahlah. Ibu tahu Jamal belum terlalu dewasa. Kuliah saja belum selesai. Tapi setidaknya ia memiliki penghasilan dari usaha sambilannya berdagang, ‘kan?”

“Bukan itu maksudku. Apa Ibu yakin Jamal mau dengan Lala? Barangkali saja mimpinya hanya romantisme sesaat.”

Ibu tercenung. Aku yakin Ibu belum memastikan ini. Yang beliau tahu hanya Jamal yang bertingkah aneh. Itu saja. Selebihnya ia perkirakan sendiri. Sepertinya justru Ibulah yang ngebet ingin meminang Lala.

”Kupercayakan semua itu padamu.”

Walah! Berarti tugasku berlipat-lipat! Selain memastikan kesediaan Lala, aku pun harus memastikan perasaan adikku sendiri.

***

Ia diam. Sudah kuduga reaksinya begitu jika kutanyakan tentang kemungkinan perjodohannya dengan Lala.

“Kamu mencintainya?” Aku mengganti pertanyaan. Kali ini Jamal malah terkekeh.

”Mungkin… Entahlah. Rasanya tak wajar.”

Tentu saja tak wajar! Bagiku, mencinta karena sepotong mimpi hanya omong kosong. Lagi pula Jamal tak tahu seperti apa wajah dan kepribadian Lala dewasa ini. Aku pun tak tahu.

“Santai saja, Mal. Tak usah dipikirkan. Yang penting kita tiba dulu di sana,” kata Bang Rohim, suamiku.

***

Setiba di Surabaya, kami disambut keluarga Lala hangat.

”Wah, iki Jamal tho? Oala, wis gedhe yo?!” ucap Bulik.

Jamal hanya tersenyum. Apalagi saat pipi gendutnya dijawil Bulik seperti saat ia kanak-kanak dulu.

”Mana Lala, Bulik?” tanyaku saat tak mendapati anak semata wayangnya itu.

”Ada di dapur. Sedang bikin wedhang.”

Aku segera ke dapur. Aku sungguh penasaran seperti apa Lala sekarang. Kulihat seorang gadis di sana. Subhanalah, cantiknya! Ia mencium tanganku. Hmm, santun pula. Cukup pantas untuk Jamal. Tapi, aku harus menahan diri. Kata Bang Rohim, butuh pendekatan persuasif untuk menjalankan misi ini. Aku tak yakin aku bisa sehingga menyerahkan sepenuhnya skenario kepadanya.

Tak banyak yang dilakukan Bang Rohim selain meminta Lala menjadi guide setiap kami bertiga pergi ke pusat kota. Ia melarangku membicarakan soal perjodohan, pernikahan, pinangan atau apapun istilahnya kepada Lala. Katanya, kendati kami keluarga dekat, sudah lama kami tidak saling bersua. Bisa saja Lala memandang kami sebagai ”orang asing”. Upaya melancong bersama ini demi untuk mengakrabkan kembali Jamal, Lala dan aku. Kiranya ini dapat memudahkanku saat mengutarakan maksud kedatangan kami sesungguhnya nanti.

Malam ini saat dimana aku diperbolehkan suamiku mengungkapkan semuanya kepada Lala. Seharusnya memang begitu. Tapi Jamal mendahuluiku. Tak kusangka ia serius dengan perasaannya. Ia utarakan semuanya. Tentang mimpinya, tentang jatuh cinta, bahkan tentang pinangan.

“Mungkin Dik Lala menganggap ini konyol. Abang juga merasa begitu. Tapi, setidaknya sekarang Abang yakin dengan perasaan Abang. Jadi, mau tidak kalau Lala Abang lamar?”

Bukan manusia kalau Lala tidak kaget ditembak seperti itu. Ia tampak galau. Seperti aku dulu. Sayang Lala tak merespon seperti aku merespon pinangan Bang Rohim dulu.

“Maaf, Mas. Aku terlanjur menganggapmu sebagai kakak. Rasanya sulit untuk merubahnya.”

Berakhirlah. Sampai di sini saja perjuangan kami di Surabaya. Jamal tersenyum mengerti, namun kuyakini hatinya kecewa. Cintanya yang magis tak berakhir manis. Kami pulang ke Jakarta dengan penolakan.

Sejak hari itu, Jamal tak terlihat lagi melankolis. Ia kembali sibuk dalam aktivitasnya. Adikku itu benar-benar hebat. Kendati patah hati, ia tak mau larut dalam perasaannya. Bahkan, belakangan aku tahu ia belum menyerah. Setidaknya penolakan itu berhasil mengakrabkan kembali Jamal dengan Lala. Mereka berdua kerap berkirim SMS sekedar menanyakan kabar ataupun saling bercerita. Jamal betul-betul memandang ini sebagai peluang untuk mengubah pandangan Lala terhadapnya.

Waktu kian berganti hingga masa dimana Jamal mengutarakan lagi keinginannya itu. Sayang ditolak lagi. Begitu berulang hingga tiga kali.

Ayah dan Ibu prihatin melihatnya. Mereka tak bisa berbuat banyak. Keinginan mereka untuk menjodohkan saja keduanya Jamal tolak.

”Syarat orang yang menjadi calon istriku, haruslah tulus ikhlas menjadi pendampingku. Atas kemauannya sendiri, bukan pihak lain!” Begitu alasannya selalu.

Terserahlah apa katanya. Tapi ini sudah menginjak tahun kelima Jamal memelihara cinta tak kesampaian ini. Usianya kian mendekati kepala tiga. Cukup mengherankan ia tetap memeliharanya terus. Rasanya tak layak cinta itu dipelihara terus. Ia harus diberangus. Lala bukanlah gadis terakhir yang hidup di dunia. Untuk itu Ibu, Ayah dan aku kongkalikong untuk membunuh cinta Jamal. Sudah saatnya ia mempertimbangkan gadis-gadis lain. Kebetulan ada yang mau. Pak Haji Abdullah sejak lama ingin bermenantukan Jamal dan menyandingkannya dengan Azisa, anak sulungnya. Kami susun perjodohan tanpa sepengetahuan Jamal. Lantas, kami sekeluarga berusaha ”menghasut” Jamal untuk memperhitungkan keberadaan Azisa, temannya sejak SMU itu.

Alhamdulillah berhasil. Hati Jamal mulai terbuka untuk Azisa sehingga saat Pak Haji Abdullah meminta dirinya menjadi menantu, ia tak punya lagi pilihan selain mengiyakan.

***

Kesediaan Jamal memang sudah didapat, namun anehnya ia tak kunjung juga menentukan tanggal pernikahan. Kali ini naluriku sebagai kakak turut bermain. Rasanya Jamal tengah menghadapi masalah yang tak dapat dibaginya kepada siapapun, termasuk Azisa. Saatnya aku menjadi kakak yang baik untuknya.

”Entahlah, Mbak. Rasanya aku tak siap untuk menikah.”

Mataku terbelalak saat Jamal mengutarakan penyebabnya.

”Apa pasal?” tanyaku agak jeri. Aku tak berani membayangkan jika Jamal tiba-tiba membatalkan perjodohan. Keluarga kami bisa menanggung malu!

”Rasanya Azisa bukan jodohku.”

Aku semakin terkesiap. Aku mulai menduga-duga arah pembicaraannya.

”Lala-kah?” tanyaku. Jamal mengangguk pelan, namun pasti.

”Sebenarnya mimpi tempo hari itu tak sekonyong datang. Aku memintanya kepada Tuhan. Aku meminta Dia memberikan petunjuk tentang jodohku kelak. Dan yang muncul ternyata Lala!”

Aku kembali terdiam. Aku benar-benar payah. Sudah setua ini, masih saja tak dapat menjadi kakak yang baik buat Jamal. Aku bingung harus menanggapi bagaimana.

”Maafkan jika selama ini Mbak tak bisa menjadi kakak yang baik, Mal. Bahkan untuk masalahmu satu ini pun Mbak tak bisa menjawab. Hanya saja, kita tak akan pernah benar-benar tahu apa yang kita yakini benar itu sebagai kebenaran, Mal. Termasuk mimpimu. Mbak tidak tahu lagi harus menganggapnya omong kosong ataukah benar-benar pertanda. Kalaulah mimpi itu pertanda, pasti banyak sekali maknanya.”

”Kamu memaknainya sebagai cinta dan jodoh, Ibu memaknainya sebagai silaturahmi dan Ayah memaknainya sebagai tipikal istri ideal bagimu. Bukankah Azisa pun tak berbeda jauh dengan Lala? Mimpi itu nisbi, Mal.”

Jamal hanya mendesah pelan sambil memandang kejauhan. Mukanya masam. Mungkin tak menghendaki aku bersikap tak mendukungnya.

”Mungkin,” lanjutku, ”ini hanya masalah cinta saja. Mungkin hatimu masih hidup dalam bayangan Lala dan tak pernah sekali pun memberi kesempatan untuk dimasuki Azisa. Kau hidup di kehidupan nyata, Mal. Sampai kapan akan menjadi pemimpi?!”

Aku tersentak oleh ucapanku sendiri. Tak kuduga akan mengucapkan ini. Bukan apa-apa. Beberapa waktu lalu kami mendengar kabar Lala menerima pinangan seseorang. Kendati menyerah, aku yakin Jamal masih memiliki cinta untuk Lala. Ia pasti sakit. Aku betul-betul kakak yang tak peka. Aku menyesal. Aku peluk Jamal, menangis sesal.

Jamal turut menangis. Isaknya berenergi kekesalan, kekecewaan, kesepian, keputus-asa-an, bahkan kesepian. Aku terenyuh. Betapa ia menderita selama ini.

“Besok kita batalkan saja perjodohan dengan Azisa, Mal. Itu lebih baik ketimbang kau tak ikhlas menjalaninya nanti. Itu katamu tentang pernikahan, ‘kan? Kita bicarakan dulu dengan Ayah dan Ibu.”

Kupikir ini yang terbaik. Tak bijak rasanya tetap berkeras melangsungkan perjodohan di saat Jamal rapuh begini. Di saat Jamal terluka dan bimbang pada perasaannya. Biarlah keluarga kami menanggung malu bersama.

“Tidak. Kita teruskan saja. Aku ikhlas menjalani sisa hidupku bersama Azisa. Mungkin aku hanya membutuhkan sedikit menangis saja. Aku pergi dulu ke rumah Pak Haji untuk membicarakan ini. Assalamu’alaikum.”

Kutatap kepergian Jamal dengan perasaan tak tentu. Kalau diingat semua ini terjadi karena mimpi. Ya, Allah apakah benar mimpi itu pertanda-Mu? Jikalau benar kenapa sulit sekali terrealisasi? Jika pun tidak benar kenapa banyak orang mempercayai?

Aku terpekur. Maafkan aku adikku. Aku hanyalah insan, yang tak mampu menerjemahkan segala misteri-Nya, bahkan yang tersurat sekalipun. Aku hanya berusaha. Dia tetap yang menentukan. Maafkan aku.

* Juara Harapan IV Lomba Menulis Cerpen Ummi 2004.

Sumber : Majalah Ummi, No. 12/XVI April 2005/1426 H

Salam Berbuah Cinta

Posted: 2 Juni 2012 in CERITA CINTA

Penulis : Bayu Gawtama

(Sumber: )

Diro, sebut saja begitu nama lelaki bujangan asli Jawa ini. Diro dikenal sebagai lelaki yang sopan, hanif, dan punya ciri khas, yakni senang mengucapkan salam “Assalaamu’alaikum” kepada siapa pun -muslim- yang dijumpainya di manapun.

Suatu ketika, Diro ditugaspindahkan ke kota X, untuk jangka waktu dua tahun. Setibanya di kota X itu, lelaki bujangan ini langsung mencari tempat kos/kontrakan yang tidak jauh dari tempatnya bekerja. Setelah tiga hari di kota tersebut, Diro baru menyadari bahwa ada gadis cantik dan shalihah yang tinggal hanya beberapa meter dari kos-nya. Seperti biasa, tanpa maksud buruk, tanpa niat menggoda, Diro pun mengucapkan salam kepada gadis itu, saat keduanya bersama-sama menunggu bis di tepi jalan.

Sekali lagi, Diro tidak punya niat apapun ketika mengucapkan salam. “Dia berjilbab, jadi sudah pasti muslim, maka saya ucapkan salam kepadanya. Lagi pula gadis itu tetangga saya, kan wajar sama tetangga saling menyapa, ” alasannya.

Ucapan salam Diro dibalas delikkan mata tidak suka dari gadis tetangganya itu. Namun Diro tidak peduli, karena niatnya sangat tulus. Begitu pun sore harinya, ketika berpapasan di jalan, Diro kembali mengucapkan, “Assalaamu’alaikum Dik… ” Jawabannya tidak berbeda dengan pagi hari, wajah tidak suka.Mungkin pikir si gadis itu, Diro tidak ubahnya lelaki iseng yang senang menggoda. Sudah lazim diketahui, lelaki-lelaki iseng dan kurang kerjaan senang menggoda wanita. Dan bila yang digoda adalah wanita berjilbab, ucapan “Assalaamu’alaikum” biasa dijadikan andalan mulut-mulut lelaki ini.

Berbeda dengan Diro. Dia tidak sakit hati ketika salamnya tidak dibalas, atau bahkan dibalas dengan tatap mata sinis. Setiap hari, setiap kali bertemu dengan gadis itu tetap mengucapkan salam. Diro tidak bosan meski salamnya selalu mendapat jawaban yang serupa, dan sesekali makian, “maunya apa sih?”

Selengkapnya silahkan dibaca di:

Tak Cukup Hanya Cinta

Posted: 2 Juni 2012 in CERITA CINTA

(Sumber)

“Sendirian aja dhek Lia? Masnya mana?”, sebuah pertanyaan tiba-tiba mengejutkan aku yang sedang mencari-cari sandal sepulang kajian tafsir Qur’an di Mesjid komplek perumahanku sore ini. Rupanya Mbak Artha tetangga satu blok yang tinggal tidak jauh dari rumahku. Dia rajin datang ke majelis taklim di komplek ini bahkan beliaulah orang pertama yang aku kenal disini, Mbak Artha juga yang memperkenalkanku dengan majelis taklim khusus Ibu-ibu dikomplek ini. Hanya saja kesibukan kami masing-masing membuat kami jarang bertemu, hanya seminggu sekali saat ngaji seperti ini atau saat ada acara-acara di mesjid. Mungkin karena sama-sama perantau asal Jawa, kami jadi lebih cepat akrab.

“Kebetulan Mas Adi sedang dinas keluar kota mbak, Jadi Saya pergi sendiri”, jawabku sambil memakai sandal yang baru saja kutemukan diantara tumpukan sandal-sendal yang lain. “Seneng ya dhek bisa datang ke pengajian bareng suami, kadang mbak kepingin banget ditemenin Mas Bimo menghadiri majelis-majelis taklim”, raut muka Mbak Artha tampak sedikit berubah seperti orang yang kecewa. Dia mulai bersemangat bercerita, mungkin lebih tepatnya mengeluarkan uneg-uneg. Sebenarnya aku sedikit risih juga karena semua yang Mbak Artha ceritakan menyangkut kehidupan rumahtangganya bersama Mas Bimo. Tapi ndak papa aku dengerin aja, masak orang mau curhat kok dilarang, semoga saja aku bisa memetik pelajaran dari apa yang dituturkan Mbak Artha padaku. Aku dan Mas Adi kan menikah belum genap setahun, baru 10 bulan, jadi harus banyak belajar dari pengalaman pasangan lain yang sudah mengecap asam manis pernikahan termasuk Mbak Artha yang katanya sudah menikah dengan Mas Bimo hampir 6 tahun lamanya.

“Dhek Lia, ndak buru-buru kan? Ndak keberatan kalo kita ngobrol-ngobrol dulu”, tiba-tiba mbak Artha mengagetkanku. ” Nggak papa mbak, kebetulan saya juga lagi free nih, lagian kan kita dah lama nggak ngobrol-ngobrol”, jawabku sambil menuju salah satu bangku di halaman TPA yang masih satu komplek dengan Mesjid.

Dengan suara yang pelan namun tegas mbak Artha mulai bercerita. Tentang kehidupan rumah tangganya yang dilalui hampir 6 tahun bersama Mas Bimo yang smakin lama makin hambar dan kehilangan arah.

“Aku dan mas Bimo kenal sejak kuliah bahkan menjalani proses pacaran selama hampir 3 tahun sebelum memutuskan untuk menikah. Kami sama-sama berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja dalam hal agama”, mbak Artha mulai bertutur. “Bahkan, boleh dibilang sangat longgar. Kami pun juga tidak termasuk mahasiswa yang agamis. Bahasa kerennya, kami adalah mahasiswa gaul, tapi cukup berprestasi. Walaupun demikian kami berusaha sebisa mungkin tidak meninggalkan sholat. Intinya ibadah-ibadah yang wajib pasti kami jalankan, ya mungkin sekedar gugur kewajiban saja. Mas Bimo orang yang sabar, pengertian, bisa ngemong dan yang penting dia begitu mencintaiku, Proses pacaran yang kami jalani mulai tidak sehat, banyak bisikan-bisikan syetan yang mengarah ke perbuatan zina. Nggak ada pilihan lain, aku dan mas Bimo harus segera menikah karena dorongan syahwat itu begitu besar. Berdasar inilah akhirnya aku menerima ajakan mas Bimo untuk menikah”.

“Mbak nggak minta petunjuk Alloh melalui shalat istikharah?”, tanyaku penasaran. “Itulah dhek, mungkin aku ini hamba yang sombong,untuk urusan besar seperti nikah ini aku sama sekali tidak melibatkan Alloh. Jadi kalo emang akhirnya menjadi seperti ini itu semua memang akibat perbuatanku sendiri”

“Pentingnya ilmu tentang pernikahan dan tujuan menikah menggapai sakinah dan mawaddah baru aku sadari setelah rajin mengikuti kajian-kajian guna meng upgrade diri. Sejujurnya aku akui, sama sekali tidak ada kreteria agama saat memilih mas Bimo dulu. Yang penting mas Bimo orang yang baik, udah mapan, sabar dan sangat mencintaiku. Soal agama, yang penting menjalankan sholat dan puasa itu sudah cukup. Toh nanti bisa dipelajari bersama-sama itu pikirku dulu. Lagian aku kan juga bukan akhwat dhek, aku Cuma wanita biasa, mana mungkin pasang target untuk mendapatkan ikhwan atau laki-laki yang pemahaman agamanya baik”, papar mbak Artha sambil tersenyum getir.

Selengkapnya silahkan dibaca di: http://bundanaila.blogspot.com/2007/01/tak-cukup-hanya-cinta.html

Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 30 Maret 2002, hari ulang tahun perkawinan kami yang ketiga. Dan untuk ketiga kalinya pula Aa’ lupa. Ulang tahun pertama, Aa’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan, Aa’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum. Persoalan saat itu memang lumayan pelik.

Ulang tahun kedua, Aa’ harus keluar kota untuk melakukan presentasi. Kesibukannya membuatnya lupa. Dan setelah minta maaf, waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menyahut,” Dik, toh aku sudah membuktikan cintaku sepanjang tahun. Hari itu tidak dirayakan kan tidak apa-apa. Cinta kan tidak butuh upacara…”
CINTA
Sekarang, pagi-pagi ia sudah pamit ke kantor karena harus menyiapkan beberapa dokumen rapat. Ia pamit saat aku berada di kamar mandi. Aku memang sengaja tidak mengingatkannya tentang ulang tahun perkawinan kami. Aku ingin mengujinya, apakah ia ingat atau tidak kali ini. Nyatanya? Aku menarik napas panjang.

Heran, apa sih susahnya mengingat hari ulang tahun perkawinan sendiri? Aku mendengus kesal. Aa’ memang berbeda dengan aku. Ia kalem dan tidak ekspresif, apalagi romantis. Maka, tidak pernah ada bunga pada momen-momen istimewa atau puisi yang dituliskan di selembar kertas merah muda seperti yang sering kubayangkan saat sebelum aku menikah.

Sedangkan aku, ekspresif dan romantis. Aku selalu memberinya hadiah dengan kata-kata manis setiap hari ulang tahunnya. Aku juga tidak lupa mengucapkan berpuluh kali kata I love you setiap minggu. Mengirim pesan, bahkan puisi lewat sms saat ia keluar kota. Pokoknya, bagiku cinta harus diekspresikan dengan jelas. Karena kejelasan juga bagian dari cinta.

Aku tahu, kalau aku mencintai Aa’, aku harus menerimanya apa adanya. Tetapi, masak sih orang tidak mau berubah dan belajar? Bukankah aku sudah mengajarinya untuk bersikap lebih romantis? Ah, pokoknya aku kesal titik. Dan semua menjadi tidak menyenangkan bagiku. Aku uring-uringan. Aa’ jadi benar-benar menyebalkan di mataku. Aku mulai menghitung-hitung waktu dan perhatian yang diberikannya kepadaku dalam tiga tahun perkawinan kami. Tidak ada akhir minggu yang santai. Jarang sekali kami sempat pergi berdua untuk makan malam di luar. Waktu luang biasanya dihabiskannya untuk tidur sepanjang hari. Jadilah aku manyun sendiri hampir setiap hari minggu dan cuma bisa memandangnya mendengkur dengan manis di tempat tidur.

Rasa kesalku semakin menjadi. Apalagi, hubungan kami seminggu ini memang sedang tidak baik. Kami berdua sama-sama letih. Pekerjaan yang bertumpuk di tempat tugas kami masing-masing membuat kami bertemu di rumah dalam keadaan sama-sama letih dan mudah tersinggung satu sama lain. Jadilah, beberapa kali kami bertengkar minggu ini.

Sebenarnya, hari ini aku sudah mengosongkan semua jadual kegiatanku. Aku ingin berdua saja dengannya hari ini dan melakukan berbagai hal menyenangkan. Mestinya, Sabtu ini ia libur. Tetapi, begitulah Aa’. Sulit sekali baginya meninggalkan pekerjaannya, bahkan pada akhir pekan seperti ini. Mungkin, karena kami belum mempunyai anak. Sehingga ia tidak merasa perlu untuk meluangkan waktu pada akhir pekan seperti ini.

”Hen, kamu yakin mau menerima lamaran A’ Ridwan?” Diah sahabatku menatapku heran. ”Kakakku itu enggak romantis, lho. Tidak seperti suami romantis yang sering kau bayangkan. Dia itu tipe laki-laki serius yang hobinya bekerja keras. Baik sih, soleh, setia… Tapi enggak humoris. Pokoknya, hidup sama dia itu datar. Rutin dan membosankan. Isinya cuma kerja, kerja dan kerja…” Diah menyambung panjang lebar. Aku cuma senyum-senyum saja saat itu. Aa’ memang menanyakan kesediaanku untuk menerima lamaranku lewat Diah.

”Kamu kok gitu, sih? Enggak senang ya kalau aku jadi kakak iparmu?” tanyaku sambil cemberut. Diah tertawa melihatku. ”Yah, yang seperti ini mah tidak akan dilayani. Paling ditinggal pergi sama A’ Ridwan.” Diah tertawa geli. ”Kamu belum tahu kakakku, sih!” Tetapi, apapun kata Diah, aku telah bertekad untuk menerima lamaran Aa’. Aku yakin kami bisa saling menyesuaikan diri. Toh ia laki-laki yang baik. Itu sudah lebih dari cukup buatku.

Minggu-minggu pertama setelah perkawinan kami tidak banyak masalah berarti. Seperti layaknya pengantin baru, Aa’ berusaha romantis. Dan aku senang. Tetapi, semua berakhir saat masa cutinya berakhir. Ia segera berkutat dengan segala kesibukannya, tujuh hari dalam seminggu. Hampir tidak ada waktu yang tersisa untukku. Ceritaku yang antusias sering hanya ditanggapinya dengan ehm, oh, begitu ya… Itupun sambil terkantuk-kantuk memeluk guling. Dan, aku yang telah berjam-jam menunggunya untuk bercerita lantas kehilangan selera untuk melanjutkan cerita.

Begitulah… aku berusaha mengerti dan menerimanya. Tetapi pagi ini, kekesalanku kepadanya benar-benar mencapai puncaknya. Aku izin ke rumah ibu. Kukirim sms singkat kepadanya. Kutunggu. Satu jam kemudian baru kuterima jawabannya. Maaf, aku sedang rapat. Hati-hati. Salam untuk Ibu. Tuh, kan. Lihat. Bahkan ia membutuhkan waktu satu jam untuk membalas smsku. Rapat, presentasi, laporan keuangan, itulah saingan yang merebut perhatian suamiku.

Aku langsung masuk ke bekas kamarku yang sekarang ditempati Riri adikku. Kuhempaskan tubuhku dengan kesal. Aku baru saja akan memejamkan mataku saat samar-samar kudengar Ibu mengetuk pintu. Aku bangkit dengan malas.

”Kenapa Hen? Ada masalah dengan Ridwan?” Ibu membuka percakapan tanpa basa-basi. Aku mengangguk. Ibu memang tidak pernah bisa dibohongi. Ia selalu berhasil menebak dengan jitu.

Walau awalnya tersendat, akhirnya aku bercerita juga kepada Ibu. Mataku berkaca-kaca. Aku menumpahkan kekesalanku kepada Ibu. Ibu tersenyum mendengar ceritaku. Ia mengusap rambutku. ”Hen, mungkin semua ini salah Ibu dan Bapak yang terlalu memanjakan kamu. Sehingga kamu menjadi terganggu dengan sikap suamimu. Cobalah, Hen pikirkan baik-baik. Apa kekurangan Ridwan? Ia suami yang baik. Setia, jujur dan pekerja keras. Ridwan itu tidak pernah kasar sama kamu, rajin ibadah. Ia juga baik dan hormat kepada Ibu dan Bapak. Tidak semua suami seperti dia, Hen. Banyak orang yang dizholimi suaminya. Na’udzubillah!” Kata Ibu.

Aku terdiam. Yah, betul sih apa yang dikatakan Ibu. ”Tapi Bu, dia itu keterlaluan sekali. Masak Ulang tahun perkawinan sendiri tiga kali lupa. Lagi pula, dia itu sama sekali tidak punya waktu buat aku. Aku kan istrinya, bu. Bukan cuma bagian dari perabot rumah tangga yang hanya perlu ditengok sekali-sekali.” Aku masih kesal. Walaupun dalam hati aku membenarkan apa yang diucapkan Ibu.

Ya, selain sifat kurang romantisnya, sebenarnya apa kekurangan Aa’? Hampir tidak ada. Sebenarnya, ia berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakanku dengan caranya sendiri. Ia selalu mendorongku untuk menambah ilmu dan memperluas wawasanku. Ia juga selalu menyemangatiku untuk lebih rajin beribadah dan selalu berbaik sangka kepada orang lain. Soal kesetiaan? Tidak diragukan. Diah satu kantor dengannya. Dan ia selalu bercerita denganku bagaimana Aa’ bersikap terhadap rekan-rekan wanitanya di kantor. Aa’ tidak pernah meladeni ajakan Anita yang tidak juga bosan menggoda dan mengajaknya kencan. Padahal kalau mau, dengan penampilannya yang selalu rapi dan cool seperti itu, tidak sulit buatnya menarik perhatian lawan jenis.

”Hen, kalau kamu merasa uring-uringan seperti itu, sebenarnya bukan Ridwan yang bermasalah. Persoalannya hanya satu, kamu kehilangan rasa syukur…” Ibu berkata tenang.

Aku memandang Ibu. Perkataan Ibu benar-benar menohokku. Ya, Ibu benar. Aku kehilangan rasa syukur. Bukankah baru dua minggu yang lalu aku membujuk Ranti, salah seorang sahabatku yang stres karena suaminya berselingkuh dengan wanita lain dan sangat kasar kepadanya? Bukankah aku yang mengajaknya ke dokter untuk mengobati memar yang ada di beberapa bagian tubuhnya karena dipukuli suaminya?

Pelan-pelan, rasa bersalah timbul dalam hatiku. Kalau memang aku ingin menghabiskan waktu dengannya hari ini, mengapa aku tidak mengatakannya jauh-jauh hari agar ia dapat mengatur jadualnya? Bukankah aku bisa mengingatkannya dengan manis bahwa aku ingin pergi dengannya berdua saja hari ini. Mengapa aku tidak mencoba mengatakan kepadanya, bahwa aku ingin ia bersikap lebih romantis? Bahwa aku merasa tersisih karena kesibukannya? Bahwa aku sebenarnya takut tidak lagi dicintai?

Aku segera pamit kepada Ibu. Aku bergegas pulang untuk membereskan rumah dan menyiapkan makan malam yang romantis di rumah. Aku tidak memberitahunya. Aku ingin membuat kejutan untuknya.

Makan malam sudah siap. Aku menyiapkan masakan kegemaran Aa’ lengkap dengan rangkaian mawar merah di meja makan. Jam tujuh malam, Aa’ belum pulang. Aku menunggu dengan sabar. Jam sembilan malam, aku hanya menerima smsnya. Maaf aku terlambat pulang. Tugasku belum selesai. Makanan di meja sudah dingin. Mataku sudah berat, tetapi aku tetap menunggunya di ruang tamu.

Aku terbangun dengan kaget. Ya Allah, aku tertidur. Kulirik jam dinding, jam 11 malam. Aku bangkit. Seikat mawar merah tergeletak di meja. Di sebelahnya, tergeletak kartu ucapan dan kotak perhiasan mungil. Aa’ tertidur pulas di karpet. Ia belum membuka dasi dan kaos kakinya.

Kuambil kartu ucapan itu dan kubuka. Sebait puisi membuatku tersenyum.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Lewat kata yang tak sempat disampaikan

Awan kepada air yang menjadikannya tiada

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan kata yang tak sempat diucapkan

Kayu kepada api yang menjadikannya abu. *

For vieny, welcome to your husband’s heart.

*dikutip dari Aku ingin mencintaimu dengan sederhana karya Sapardi Djoko Damono.

Sumber : Majalah Ummi, edisi 12/XIII/2002

Kata kata Gombal Norak dari Raja Gombal | Status Fb Gombal Lucu gokil | Raja Gombal
Status Fb Gombal Lucu gokilStatus Fb Facebook Gombal Lucu gokil | Kumpulan kata kata gombal
Semoga dengan status gombal beikut semua gombal mania jadi terhibur dan menuangkan kepenantan sambil ketawa guling guling.com

Jangan lupa sebar Status Gombal ini keteman, pacar, mertua dan lain sebagainya. Ketawa bersama lebih asyik, karena ketawa sendiri nanti dianggap setengah gila.

Wooke berikut status fb Gombalnya, Gombalin aja tu Status anda di Facebook, dijamin banyak yang like.

Kata Kata Gombal Unik Lucu Terbaru

Co : Pasti cita-citamu jadi bunga ya neng?
Ce : Enggak tuh kang
Co : Kalo enggak ngapain tiap malem jadi bunga tidur di mimpi aku?
Ce : Ahh, akang bisa aja

Co : Neng km ahli di bidang matematika kan?
Ce : Iya kang, knpa bang?
Co : Kalo gitu km bisa gak hitungin brapa banyak cintaku pdamu?
Ce : Prikitiww… bisa aja dech akang

Co : Neng, ikut akang lomba lari yuuk?
Ce : Boleh juga bang, kemana?
Co : Ke KUA..
Ce : Ahh, akang niih bisa aja

Co : Kirim sms pending ya neng?
Ce : Iya kang
Co : Maaf ya neng, akang yg blokir
Ce : Emang knp?
Co : Coz hanya akang yg boleh mengirim pesan cinta ke eneng

Co : Neng, nanti yang ambil rapot kamu siapa?
Ce : Ayahku bkang, emng knp?
Co : Sekalian suruh ambil aku jadi mantunya yaa
Ce : Akang akang ada-ada aja dech

Co : Ibu Mu Pengrajin Sedotan iya?
Ce : Koq tau?
Co : Karena Kamu telah menyedot hatiku
Ce : Lebay deh

Co : Bapak Kamu kerja di PLN iya?
Ce : Kok Kamu tau sih?
Co : Karena kamu telah Menyetrumi Hatiku
Ce : Ih kamu bisa aja deh

Co : Yank, belakangan ini tanganku agak kasar
Ce : Emang kenapa?
Co : Sebab tiap hari aku jadi kuli
Ce : Yang bener, dimana?
Co : Di hati kamu, aku selalu buatin istana cinta buat kita

Co : Boleh nanya ngx?
Ce : Nanya apaan?
Co : Bapak km dulu astronot yah?
Ce : Ga tuh, emank knp?
Co : Aku lihat ada bintang di matamu

Co : Maaf mbak, jangan terlalu lama duduk dikursi itu, pindah deket saya saja?
Ce : Loh? Emangnya kenapa??
Co : Biar gak dikerubung semut.. soalnya mbak manis sich?

Co : Aku didiagnosa Sakit jantung.
Ce : Hah! Kok bisa?
Co : Iya. Jantungku selalu berdegup kencang bila dekat denganmu.

Co : Kemarin aku ke dokter mata. Kamu tau apa kata dokter?
Ce : Apa? Parah?
Co : Kata dokter ada kamu di mataku.

Co : Kamu punya kunci apa aja sih?
Ce : Kunci rumah, kunci mobil, kunci lemari. Emang ada apa?
Co : Punya nggak kunci untuk membuka hatimu kepadaku?

Co : Kamu punya peta nggak?
Ce : Peta apa?
Co : Peta hatimu. Karena aku tersesat dan tak bisa keluar dari hatimu.

Co : tau gak bedanya garuda sama kamu..??
Ce : gak tau..emang apa..??
Co : ko garuda di dadaku, klo kamu di hatiku..

Co : “Mbak punya uang koin? Boleh minta?”
Ce: “Buat apa ?”
Co: “Aku udah janji sama ibu kalau aku akan menelepon dia bila aku jatuh cinta”

Co : Maaf mba, jangan terlalu lama duduk dikursi itu, pindah dideket saya aja
Ce : Loh?? kenapa??
Co : Takut dikerubung semut.. soalnya mba manis.. :D

Co : Kamu punya peta nggak?
Ce : Peta apa?
Co : Peta hatimu. Karena aku tersesat dan tak bisa keluar dari hatimu….

Co : boleh pinjem hp nya ga?
Ce : buat apaan?
Co : buat telp Tuhan,mau laporan klo malaikatnya lagi ngelayap dsini…..

Co : Aku suka senyum-senyum sendiri lho.
Ce : Hah .. Gila Ya
Co : Nggak. Aku sedang mikirin kamu.

Kamu tau ga bedanya Neil amstrong ama kamu? | engga emang apaan? | kalo neil amstrong adlh orng pertama yg ada di bulan tapi kalo kamu, orang pertama yang di hatiku

Kamu pasti kuliah di seni pahat ya ??? Soalnya kamu pintar sekali memahat namamu di hatiku.

Kakekmu pasti penambang ya ??? Soalnya banyak berlian di matamu.

Kamu Mantan pencuri ya ??? Abisnya kamu mencuri hatiku sih!

Saat aku nggak SMS ke kamu, bukan berarti aku melupakanmu, tapi aku hanya memberi waktu buat kamu NGANGENIN AKU !!

“Aku ntar kuliah mau masuk sastra aja ah cuma demi bisa bikin rangkaian kata2 indah buat kamu”

“Kalo titi kamal mendadak dangdut, aku waktu ngeliat kamu jadi mendadak jatuh cinta”

“Aku nggak tertarik lagi nonton Petualangan Sherina,soalnya skrng aku lagi petualangan cinta dihatimu”

“Apa bahasa arabnya kamu nolak cinta aku? Innalillahi wainailaihiroji’un”

“Aku suka mengisi kolom2 TTS, tapi aku lebih suka mengisi kolom2 dihatimu dengan cintaku loh”

“jika kamu bagaikan sepatu crocs yg lagi sale di sency aku akan rela antri berjam2 dan berhari2 untuk mendapatkanmu”

“jika kau jadi pohon, biarlah aku jadi burung pelatuk yg melubangi hatimu dan bersarang disitu”

“aku ga akan takut mati tenggelam selama tenggelam dalam kecantikanmu”

“sekarang kamu kost disinih yaa?tapi harusnya tulisannya bukan kost khusus cewe,tapi kost khusus bidadari”

“Aku mau kasih kamu kado kereta api supaya kamu inget terus betapa panjangnya rasa sayangku sama kamu”

“kamu pasti kalo malem jadi tukang nasi goreng keliling yaa?pantes aja kalo malem kamu suka mengelilingi hati aku”

“kamu kaya lintah deh bisa menyedot cintaku sampe abis”

“aku kalo liat pocong pasti langsung loncat,cuma kalo liat kamu hati aku yg loncat2″

” Melihatmu, nafasku sesak. Inikah yang dinamakan asma cinta? “

‘Kamu kayak rexona ya, selalu setia setiap saat’

‘ Kalo aku sayang sama seseorang, aku gamau bikin dia rusak ‘

“kalo di kamusku arti kata ‘cinta’ itu nama kamu”

“kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi, kalo ada kamu di ranjang, bakal makin sering mandi”

“Hidrogen bertemu oksigen jadilah air. Aku dan kamu bertemu jadilah cinta.”

“Kamu kadang mirip PR, kadang mirip sawah. Kalo liat kamu aku ingin menggarap hatimu”

‘Kalo aku lagi sama kamu dunia serasa milik berdua deh, yg lain ngekos dan kamu ibu kosnya’

“walaupun aku belom bayar listrik rumah,cuma kalo ada kamu dirumah aku pasti selalu terang dari pancaran muka cantikmu”

“Eh,kamu tau gak aku jago loh. jago apa?jago merajut cinta kita berdua”

“ce:kalo aku jadi perangko kamu mau jadi apa? co:aku jadi lem di perangkonya aja deh biar kita selalu nempel kemana aja”

“kemarin aku ke pantai selatan,terus ketemu RATU SELATAN.cuma aku diam aja soalnya dia gak secantik dan sebohai kamu o.O “

“kamu pasti sering ikut kegiatan pramuka ya ? soalnya kamu pinter banget mengikat hatiku dengan simpul cintamu”

“walaupun aku minum kopi yg pait bgt,cuma kalo liat wajah manismu kopi ini jadi terasa manis semanis wajah kamu”

“mau tau ga kenapa aku nyanyi ‘Sabang Sampai Merauke’ ? karena cinta aku ke kamu tuh sebesar itu”

“sayang, kamu keterunan keluarga petani ya? soalnya kamu udah menebar dan menanam benih-benih cinta dihatiku”

“aku jadi pengen balik ke SD lagi deh,soalnya kalo liat bacaan deket kamu pasti tulisannya I LOVE YOU”

“kamu pasti yg punya pabrik yamaha ya? pantes aja hati aku selalu yg terdepan buat hati kamu”

“di rumah sakit banyak tabung oksigen, tapi waktu aku sesek napas, aku bilang sama susternya, aku cuma butuh kamu. soalnya kamu oksigen aku”

“Kalo TransTV milik kita bersama,tapi kalo hatiku hanya milik kamu”

“Aku skrg di pos keamanan Dufan gara2 berantem sm penjaga loket. Aku bilang mau tiket terusan ke hati kamu! “

“kita ga akan kena razia 3 in 1 kok. kan ada aku, kamu, cinta kita. pas kan bertiga?”

“Walau keujung dunia, pasti akan kunanti meski ke tujuh samudra, pasti ku kan menunggu karena ku yakin,kau hanya untukku”

“kamu jago bgt deh kungfunya apalagi kalo lagi lawan aku ada aja jurus2 yg bisa hati aku takluk”

‘Kamu tuh biduan dangdut ya ? Pantes kamu selalu bisa bikin hati abang berdendang’

“kalo kecap bango dr tahun 1960 smpe skg aku juga gamau kalah ah aku mau cintaku ke kamu sepanjang masa”

“kalau kata orang2 sama gita gutawa kamu tuh ‘parasit’ tapi bagi aku kamu tuh kaya lagunya andra & backbone yaitu ‘sempurna’”

“guru kencing berdiri, murid kencing berlari, kamu kencing kayak gimana juga aku gak peduli, udah cinta mati sm kamu”

“kamu tau gak knpa koboi naik kuda?soalnya mobilnya lg dipinjem batman buat jemput kamu”

“walaupun suasana jakarta skrng kalo siang panas bgt,cuma kalo liat senyum kamu aku jadi terasa sejuk seperti di surga (?) “

“kamu jangan pegangan sama besi kereta,besinya kayanya kotor tuh.mending pegangan sama tanganku aja :)

“mungkin jatoh dari lantai 13 pun tak terasa apa2,kalo udah jatuh cinta kepadamu”

‘Kamu tau kenapa aku manggil kamu ulat bulu ? Karena kamu selalu bisa bikin gatel di hatiku’

“hape udah aku matiin,tapi kok aku tetep diusir dari pesawat yaa.katanya sinyal cinta aku ke kamu ganggu sistem komunikasi”

“tau gak sih kamu tuh skrng cantik bgt deh,kalo diantara babi2 cina”

“papah kamu pencuri ya?? Soalnya bintang d langit kosong katanya d curi buat d mata kamu”

“Tau knpa Panda mau punah? Mereka mau bunuh diri setelah tau kamu lebih cute dari mereka”

“kalo cinta kamu bagaikan bensin pasti tulisannya tiap hari ‘CINTA HABIS’ kan cintanya udah aku borong”

“Kalo kamu jadi lampu,aku rela kok jadi laron yg selalu terbang deket2 kamu”

“sayang maaf boleh minjem hapenya gak?aku mau nelfon tuhan nih mau bilang kalo bidadarinya skrng ada disebelah aku :)

“Kalo aku ditawarin kartu atm,kartu kredit semuanya aku tolak,yang aku mau kartu cinta untuk kugesek dihatimu”

‘Kamu pawang sirkus kan ? Pantes bisa menjinakan hati liarku dengan cambuk cintamu’

“menghitung hari detik demi detik,makin ke hari kok kamu makin cantiik”

“kamu punya pabrik rokok ya? pantes aja kamu selalu ada disaat hati ini asem”

“kalo seandainya kamu jadi amplop,aku mau jadi isi uangnya supaya aku selalu mengisi kekosongan hatimu”

“kamu cita2nya jadi tukang merangkai bunga yaa?abis kalo pandai banget sih merangkai cinta kita berdua”

“kalo menurut aku gak ada deh lirik lagu yg sampe menusuk hatiku,karna cuma lirikkan matamu yg bikin menusuk hatiku”

“aku mau ke apotik bentar yaa,mau beli formalin nih.buat ngawettin cinta kita”

FACEBOOK
Sahabat Acdi CDazz yang budiman :-) berteman di dunia maya memang tidak jauh berbeda dengan di dunia nyata hanya saja yang membedakannya adalah tidak bertatapan langsung dengan teman yang bersangkutan. Dan saat ini sudah banyak situs jejaring sosial yang di kenal oleh masyarakat, mulai dari Yahoo Massenger, Friendster, twitter dan yang paling populer saat ini tidak lain dan tidak bukan adalah Facebook.

Kembali ke topik utama sob :-) ,

Selama ini pengguna Facebook tidak pernah tahu, siapa teman Facebook yang menghapus akun Facebok-nya dari daftar teman. Mark Zuckerberg sebagai pendiri Facebook memang tidak membangun aplikasi untuk mengetahui hal ini. Tapi, kini pengguna Facebook bisa mengetahui siapa yang menghapusnya dari daftar teman, dengan menggunakan aplikasi.

Nama aplikasi tersebut adalah “Unfriends Finder”. Aplikasi ini tidak dibangun secara resmi oleh teknisi Facebook, sehingga Anda harus men-download terlebih dahulu.

Untuk menggunakan aplikasi ini sobat bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini :

1. Buka link berikut https://www.unfriendfinder.com/download

2. Maka akan tampil link download aplikasi sesuai dengan web browser yang sedang sobat gunakan. eg : saya menggunakan Chrome

Instal unfriends

3. Pilih [Continu]

Instal unfriends

4. Kemudian [Instal]

Instal unfriends

5. Setelah install berhasil, Anda harus me-restart browser agar add-on berfungsi

6. Login ke account facebook sobat kemudian akan muncul Tulisan “Unfriends” akan muncul di samping tulisan “Home”

Instal unfriends

7. Kalo untuk pengaturan di coba-coba sendiri adja ya.. :-D pasti ngerti ko..
Langkah-langkah Uninstal

1. Buka link berikut https://www.unfriendfinder.com/help/uninstallation

2. Pilih Web browse yang di instal aplikasi Unfriends. Eg : Google Chrome

Instal unfriends

3. Pilih extentions dan pilih uninstal /remove

Instal unfriends

Selesai :-D

Note :

Perlu diingat, karena aplikasi ini menggunakan userscripts, maka Anda harus menerima konsuensi kehilangan aplikasi ini jika pihak Facebook mengubah konfigurasi Facebook suatu hari…

uji coba

Posted: 23 Mei 2012 in FACEBOOK'ERS

Cewek Mata Duitan, Salahkah?…

Bagaimana caranya agar bisa menikah dengan Pria Kaya? adalah pertanyaan umum yang sering diajukan para gadis. Hal yang wajar dan sah-sah saja. Mata duitan (materialistis) tidak selalu berkonotasi negatif, apalagi jika dipandang dari sisi kebutuhan. Sangat alami dan jujur malahan.

Justru akan menjadi aneh jika ada wanita berpandangan sebaliknya. Why? secara alami manusia ingin berpenghidupan lebih baik dan bahagia. Dan salah satu hal yang sangat penting untuk mendapatkannya adalah faktor ekonomi alias uang. Anda gosok gigi, mandi, berpakaian dan berhias butuh uang. Menyekolahkan anak, berobat dan menjaga kelangsungan hidup keluarga pasti butuh uang.

Menurut saya pribadi perlu dipertanyakan, jika ada gadis yang tidak ingin menikah dengan orang kaya (walau saya sendiri masih kismin..he..he.. tapi untungnya sudah laku).

Ada beberapa kemungkinan jika ada cewek tidak ingin menikah dengan orang kaya:

1. Takut dikatakan “mata duitan”

Padahal siapa sih yang tidak mata duitan? contoh Anda sekolah buat apa? agar pintar terus agar dapat pekerjaan yang layak, dan? Agar dapat duit yang banyak, kan?. So, ga usah takut/malu dikatakan “mata duitan” karena semua orang butuh duit untuk hidup.

2. Pura-pura

Anda pasti tahu yang ini, pura-pura tidak mau padahal mau.. Kepura-puraan ini muncul sebagai akibat dari rendah diri, merasa tidak cantik, tidak pintar, tidak sederajat dll. Yang semua itu berawal dari Negative Thinking. Jadi hilangkan pikiran-pikiran negatif tentang diri Anda sendiri. Semua gadis punya kesempatan yang sama untuk dipersunting pria kaya. Why not? segera kita bangun citra diri dan potensi diri agar ada nilai lebih.

3. Takut disakiti

Beberapa gadis beranggapan bahwa pria kaya suka menyakiti pasangannya. Pandangan seperti ini, seringkali terjadi jika si gadis berasal dari keluarga yang kurang mampu. Sangat jelas pandangan ini salah. Potensi untuk menyakiti pasangan baik pria kaya atau pria miskin sama besarnya.

4. Orang kaya berhati jelek

Wah.. wah.., ini sudah ngaco.. baik miskin atau kaya, masalah hati siapa yang tau?? Seperti point no.3 diatas, mau miskin, kaya, ganteng, jelek, gemuk atau kurus semua mempunyai bakat mempunyai hati baik dan jelek.

Yang salah..!! jika menjadikan uang diatas segala-galanya. Semua diukur dengan uang.
Ingat!! tidak semua hal bisa digantikan dengan uang.

Uang lebih banyak pasti lebih bahagia?? belum tentu. Namun uang ikut menentukan.

Bagi Anda yang gadis jadilah lebih jujur dan terbuka, tingkatkan potensi Anda menjadi lebih baik lagi jangan cuman bisa bergaya alay, karena Anda juga berhak memilih dan dipilih.

Bagi Anda yang cowok, tidak perlu sakit hati jika si dia lebih memilih yang lain karena alasan ekonomi. Justru jadikan cambuk untuk bekerja dan berusaha lebih sukses lagi. Buka pikiran dan lebih bijak bersikap. Dan temukan wanita idaman Anda. Anda laki-laki, wajib hukumnya untuk memilih dan dipilih.

englis version

Posted: 3 Agustus 2011 in KATA² CINTA

Smile is the shortest distance between two people.
Senyum adalah jarak yang terdekat antara dua manusia .

Real power does not hit hard , but straight to the point.
Kekuatan yang sesungguhnya tidak memukul dengan keras , tetapi tepat sasaran

You have to endure caterpillars if you want to see butterflies. (Antoine De Saint)
Anda harus tahan terhadap ulat jika ingin dapat melihat kupu-kupu. (Antoine De Saint)

Only the man who is in the truth is a free man.
Hanya orang yang berada dalam kebenaranlah orang yang bebas.

Every dark light is followed by a light morning.
Malam yang gelap selalu diikuti pagi yang tenang.

Laughing is healthy, especially if you laugh about yourself.
Tertawa itu sehat, lebih-lebih jika mentertawakan diri sendiri.

The danger of small mistakes is that those mistakes are not always small.
Bahayanya kesalahan-kesalahan kecil adalah bahwa kesalahan-kesalahan itu tidak selalu kecil.
Kesalahan kecil bisa mengakibatkan kesalahan yang lebih besar. Bersamaan dengan kesalahan itu, persoalannya bisa menjadi besar pula. Maka kesalahan kecil pun harus segera dibetulkan.

To be silent is the biggest art in a conversation.
Sikap diam adalah seni yang terhebat dalam suatu pembicaraan.

The worst in the business world is the situation of no decision. (Napoleon).
Yang terparah dalam dunia usaha adalah keadaan tidak ada keputusan. (Napoleon).

Dig a well before you become thirsty.
Galilah sumur sebelum Anda merasa haus.

Good manners consist of small sacrifices.
Sopan – santun yang baik yang terdiri dari pengorbanan –pengorbanan kecil.

IDEAS ARE ONLY SEEDS, TO PICK THE CROPS NEEDS PERSPIRATION.
GAGASAN-GAGASAN HANYALAH BIBIT, MENUAI HASILNYA MEMBUTUHKAN KERINGAT.

LAZINESS MAKES A MAN SO SLOW THAT POV ERTY SOON OVERTAKE HIM.
KEMALASAN MEMBUAT SESEORANG BEGITU LAMBAN SEHINGGA KEMISKINAN SEGERA MENYUSUL.

THOSE WHO ARE ABLE TO CONTROL THEIR RAGE CAN CONQUER THEIR MOST SERIOUS ENEMY.
SIAPA YANG DAPAT MENAHAN MARAHNYA MAMPU MENGALAHKAN MUSUHNYA YANG PALING BERBAHAYA.

KNOWLEDGE AND SKILLS ARE TOOLS, THE WORKMAN IS CHARACTER.
PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN ADALAH ALAT, YANG MENENTUKAN SUKSES ADALAH TABIAT.

A HEALTHY MAN HAS A HUNDRED WISHES, A SICK MAN HAS ONLY ONE.
ORANG YANG SEHAT MEMPUNYAI SERATUS KEINGINAN, ORANG YANG SAKIT HANYA PUNYA SATU KEINGINAN

A MEDICAL DOCTOR MAKES ONE HEALTHY, THE NATURE CREATES THE HEALTH. (Aristoteles)
SEORANG DOKTER MENYEMBUHKAN, DAN ALAM YANG MENCIPTAKAN KESEHATAN. (Aristoteles)

THE MAN WHO SAYS HE NEVER HAS TIME IS THE LAZIEST MAN.(Lichtenberg)
ORANG YANG MENGATAKAN TIDAK PUNYA WAKTU ADALAH ORANG YANG PEMALAS.(Lichterberg)

POLITENESS IS THE OIL WHICH REDUCES THE FRICTION AGAINST EACH OTHER. (Demokritus).
SOPAN-SANTU ADALAH IBARAT MINYAK YANG MENGURANGI GESEKAN SATU DENGAN YANG LAIN. (Demokritus).

A DROP OF INK CAN MOVE A MILLION PEOPLE TO THINK.
SETETES TINTA BISA MENGGERAKAN SEJUTA MANUSIA UNTUK BERFIKIR.

WE CAN TAKE FROM OUR LIFE UP TO WHAT WE PUT TO IT.
APA YANG BISA KITA DAPAT DARI KEHIDUPAN KITA TERGANTUNG DARI APA YANG KITA MASUKKAN KE SITU.

REAL POWER DOES NOT HIT HARD, BUT STRAIGHT TO THE POINT.
KEKUATAN YANG SESUNGGUHNYA TIDAK MEMUKUL DENGAN KERAS, TETAPI TEPAT SASARAN

IF YOU LEAVE EVERYTHING TO YOUR GOOD LUCK, THEN YOU MAKE YOUR LIFE A LOTTERY.
JIKA ANDA MENGANTUNGKAN DIRI PADA KEBERUNTUNGAN SAJA, ANDA MEMBUAT HIDUP ANDA SEPERTI LOTERE.

REAL POWER DOES NOT HIT HARD, BUT STRAIGHT TO THE POINT.
KEKUATAN YANG SESUNGGUHNYA TIDAK MEMUKUL DENGAN KERAS, TETAPI TEPAT SASARAN.

BEING CAREFUL IN JUDGING AN OPINION IS A SIGN OF WISDOM.
KEHATI-HATIAN DALAM MENILAI PENDAPAT ORANG ADALAH CIRI KEMATANGAN JIWA.

YOU RECOGNIZE BIRDS FROM THEIR SINGGING, YOU DO PEOPLE FROM THEIR TALKS.
BURUNG DIKENAL DARI NYANYIANNYA, MANUSIA DARI KATA-KATANYA.

ONE OUNCE OF PREVENT IS EQUAL TO ONE POUND OF MEDICINE.
SATU ONS PENCEGAHAN SAMA NILAINYA DENGAN SATU PON OBAT.

Adakah Kau Rasakan

Posted: 6 Juli 2011 in KATA² CINTA

Setiap mataku terpana padamu
Saat itu pula rasaku ‘tak menentu

Detak nadiku …
Goncangan dadaku …
Menghanyutkan ketenangan kalbuku

Kadang kusentak diriku
Kutarik pandangan yang terpaku

Kusadarkan jiwaku yang menggebu
Dan kukurung dalam terali hatiku

Karena bimbang dan ragu
Seribu tanya yang masih menghalau
Adakah kau seperti aku … ?